Rembug Stunting (Pencegahan dan Penanggunalangan Stunting Berskala Lokal Desa)

27 Juli 2023
Sudiana
Dibaca 215 Kali

Desa Tegallinggah, Karangasem -  Pada Hari Rabu tanggal 26 Juli 2023 bertempat di Aula Kantor Desa Tegallinggah telah dilaksanakannya rembug stunting berskala lokal Desa yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi stunting khususnya di wilayah Desa Tegallinggah. Hal ini di lakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan.

Kegiatan rembug stunting di Desa Tegallinggah dahadiri oleh Perbekel Tegallinggah, Babinkamtibmas Tegallinggah, Kepala Wilayah, Kader Desa Siaga, Kader Posyandu BKB, Kader KPM, dan Kader TPK se-Desa Tegallinggah. Kegiatan rembug stunting di buka oleh Perbekel Desa Tegallinggah dan di lanjutkan dengan pemberian Materi tentang penanggulangan stunting yang di bawakan oleh ahli Gizi serta Staff dari Puskesmas Karangasem II.

Apa itu Rembug Stunting?

Rembug stunting adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada pertemuan atau rapat terkait upaya penanggulangan masalah stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang terhambat akibat kekurangan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun.

Rembug stunting merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, Lembaga Kesehatan, Lembaga Sosial, Akademisi, Organisasi Masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas, merumuskan, dan mengimplementasikan strategi serta program-program intervensi yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dalam masyarakat, terutama di tingkat desa.

Melalui rembug stunting, berbagai isu yang terkait dengan stunting akan didiskusikan, seperti penyebab stunting, faktor risiko, kebijakan yang relevan, pendekatan intervensi yang efektif, serta upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi pertumbuhan anak.

Tujuan utama dari rembug stunting adalah untuk mencari solusi bersama dan merancang program-program yang terintegrasi guna mengurangi tingkat stunting di suatu wilayah. Rembug stunting juga berfungsi sebagai sarana untuk memastikan bahwa sumber daya dan upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak dapat lebih efektif dan terarah.

Dengan adanya rembug stunting, diharapkan akan tercipta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait dalam mengatasi masalah stunting, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki potensi optimal untuk masa depan yang lebih baik.

Alasan dilakukannya Rembug Stunting Berskala Lokal Desa

Rembug stunting di desa diperlukan karena stunting merupakan masalah serius dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang terhambat akibat kekurangan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun.

Berikut beberapa alasan mengapa diperlukan adanya rembug stunting di desa:

1. Mengidentifikasi dan memonitor kasus stunting: Dengan adanya rembug stunting di desa, para pihak terkait dapat mengidentifikasi anak-anak yang mengalami stunting dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan mereka. Ini memungkinkan untuk mengetahui sejauh mana prevalensi stunting di desa tersebut dan mengambil tindakan tepat untuk mengatasi masalah ini.

2. Edukasi dan peningkatan kesadaran: Melalui rembug stunting, masyarakat desa dapat diberikan edukasi tentang pentingnya gizi yang baik dan pola makan sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Peningkatan kesadaran ini penting agar masyarakat bisa lebih proaktif dalam mengatasi masalah stunting dan mencegahnya sejak dini.

3. Kolaborasi lintas sektor: Rembug stunting melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga sosial, dan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting karena masalah stunting melibatkan banyak aspek, seperti kesehatan, gizi, sanitasi, dan akses terhadap layanan kesehatan.

4. Penyusunan program intervensi: Melalui rembug stunting, berbagai program intervensi dapat dirancang untuk mengatasi masalah stunting secara holistik. Misalnya, program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, kampanye kesadaran gizi, pembangunan fasilitas sanitasi yang lebih baik, dan sebagainya.

5. Pemantauan dan evaluasi: Rembug stunting memungkinkan adanya pemantauan dan evaluasi terhadap program-program yang telah diimplementasikan. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, dapat diketahui efektivitas dari program tersebut dan jika diperlukan, dapat dilakukan penyesuaian untuk mencapai hasil yang lebih baik.

6. Pemetaan daerah rawan stunting: Rembug stunting membantu dalam pemetaan daerah-daerah rawan stunting di desa. Informasi ini penting untuk memprioritaskan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan dan sumber daya lebih untuk mengatasi masalah stunting dengan lebih efektif.

Secara keseluruhan, rembug stunting di desa berfungsi sebagai forum diskusi dan koordinasi untuk mengatasi masalah stunting secara komprehensif, sehingga dapat mendorong langkah-langkah konkret dalam upaya mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas pertumbuhan anak-anak di desa.

foto kegiatan 1
foto kegiatan 2
foto kegiatan 3